airin rachmi diany, Iman Perwira Bachsan, ketua KPUD Tangsel 2010, perek politik, mafia hukum!

airin rachmi diany, Iman Perwira Bachsan, ketua KPUD Tangsel 2010, perek politik, mafia hukum!
airin rachmi diany, Iman Perwira Bachsan, ketua KPUD Tangsel 2010, perek politik, mafia hukum!

Bajingan Banten Bersatu dengan Polesan Media by Hari Pratowo RBB Tangsel pimpinan Dahlan Ikhsan

Bajingan Banten Bersatu dengan Polesan Media by Hari Pratowo RBB Tangsel pimpinan Dahlan Ikhsan
Airin rachmi Diany Rampok Cantik Boneka Chasan Cohib Golkar Bau Taik!

Airin Rachmi DIany Cs Rampok Banten 2010 Beraksi Kembali

Pencuri Cantik adik Ipar Ratu Atut Chosiyah bernama Airin Rachmi Diany

Sekilas BCW (Banten Corruption Watch) adalah gerakan anti korupsi di Propinsi Banten, didirikan tanggal 05 Oktober 2000, diresmikan 10 November 2000 (aktanotaris:Subandiyah).

Secara organisasi BCW telah dibubarkan untuk sementara waktu sejak tahun 2007 hingga terbentuk pengurus baru yang belum tersusun.Sebagai gantinya sejak tahun 2007 kegiatan sementara waktu adalah mendokumentasikan kliping dari berbagai sumber media dan membuat artikel menyoal kejahatan korupsi di Banten.

Oleh: RBB dalam Hari Prastowo di Satelit News Tangerang, Banten.

Ambisi Merampok Lebih Banyak di Tangsel, Wawan Sochib & Airin Rachmi Diany

Ambisi Merampok Lebih Banyak di Tangsel, Wawan Sochib & Airin Rachmi Diany
Tb Chaeri Wardana (Adik Rt Atut Chosiyah) Rampok RSUD Balaraja, Tangsel & Pencuri Cantik Airin Rachmi Diany
Tampilkan postingan dengan label ratu atut chosiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ratu atut chosiyah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juli 2010

Mewaspadai Artis Airin Rachmi Diany Menyerang Kandidat Pilkada Tangsel Lainnya


Waspada Rampok Santun ala Artis Airin Rachmi Diany & Ratu Atut Melalui Pilkada Tangsel 2010

elemen masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) makin waspada dengan berbagai intrik dan strategi jahat guna memenangkan calon tertentu dalam Pemilukada Tangsel yang bakal dihelat akhir tahun ini. Itu terlihat dengan dipaksakannya pembentukan KPUD Kota Tangsel walau waktu Pilkada tinggal 5 bulan lagi.

Apalagi, ada salah satu tim sukses (timses) salah satu calon lolos jadi anggota KPUD.

intrik jahat itu tercium berbagai elemen masyarakat seperti IMPAS, Formalitas, GPBCs, BMI, Persada, PWST dan LTS yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tangerang Selatan (Amas Tangsel) yang lantas mendemo Sekretariat KPU Kota Tangsel, kemarin. Demo itu menuntut agar tim seleksi anggota KPU Kota Tangsel di bubarkan termasuk pembatalan proses seleksi anggota KPU yang saat ini memasuki tahapan tes tertulis.

Menurut koordinator aksi demo, Anjas Van Gama, pembentukan KPUD Kota Tangsel yang nantinya menyelenggarakan Pemilukada Kota Tangsel tidak transparan dan rentan praktik KKN.

Hal itu terlihat dari beberapa PNS yang diloloskan dalam seleksi adminisitratif dan juga tim sukses Airin.

”Itu mencerminkan pemilihan anggota KPUD tidak netral,” ucapnya.

Anjas juga dengan tegas mempersoalkan kriteria tak tertulis, kalau anggota KPUD terpilih merupakan orang-orang yang sudah mendapat ”restu” dari penguasa Banten. Karena hal itu akan menguntungkan calon walikota titipan Banten dan pastinya proses Pemilukada Tangsel tidak akan berjalan adil tapi penuh kecurangan.

Calon anggota KPUD yang dimaksud adalah Budiman yang merupakan anggota tim sukses Airin Rachmi Diany. Airin yang merupakan ipar Gubernur Banten, Rt Atut Chosiyah itu mencoba mencalonkan diri jadi Walikota Tangsel setelah dipecundangi pasangan Ismet Iskandar-Rano Karno dalam Pilkada Kabupaten Tangerang. Saat dikonfirmasi, Budiman mengaku sudah bukan anggota tim sukses Airin lagi. ”Saya sudah keluar dari tim sukses Airin,” cetusnya.Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Ruhamaben asal PKS, sebelumnya mengatakan pembentukan KPUD Tangsel sangat rawan konflik. Pasalnya, dengan persiapan kurang dari enam bulan menjelang pelaksanaan Pemilukada, masyarakat akan dirugikan karena berpotensi tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS, Red).

Untuk diketahui, dari 42 calon anggota KPUD Kota Tangsel yang mendaftar, saat ini menyisakan 33 orang. Jumlah itu akan kembali diseleksi menjadi 10 orang. Lalu, nama-nama itu akan diajukan tim seleksi kepada KPUD Provinsi Banten, untuk ditentukan 5 orang yang akan mengisi kursi KPUD Kota Tangsel dan akan dilantik pada 22 Juni 2010 mendatang.Terkait demo itu, anggota tim seleksi KPUD Kota Tangsel, Abbas Al-Jauhari mengatakan telah melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam peraturan KPU No 13 Tahun 2008. Dia juga mengatakan, tidak pernah mendapat intervensi dari Pemkot Tangsel maupun Pemprov Banten dalam melakukan tugasnya.

Sedangkan, Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan, Kota Tangsel, Ahadi mengatakan pembentukan KPUD Kota Tangsel merupakan kewenangan KPUD Provinsi Banten. Karena itu, pihaknya hanya melaksanakan permintaan dari KPUD Provinsi Banten untuk membantu pelaksanaan seleksi anggota KPUD Kota Tangsel.(sumber: jpnn.com)

Sumber: http://korantangerang.com/?p=1006